🚗Hummer2 model
•H2 GMT820(6.2L 6200cc)
Lihat Detail →



📷 Lihat 1 Foto Lagi🔼 Sembunyikan Foto

•H3 H3T GMT345 GMT745(3.7L 3700cc)
Lihat Detail →



Terlihat rembesan oli basah atau kotoran hitam menggumpal di area bawah puli kruk as (puli paling bawah dan paling besar). Seringkali oli menetes sampai ke karter bawah bagian depan.
Konsultasi SekarangDokumentasi pengerjaan dan detail masalah per mobil spesifik







































































Material karet seal mengeras karena panas dan usia, gagal menyekat as yang berputar.
Karet pada harmonic balancer (puli) rusak menyebabkan getaran yang merusak seal.
Terbentuk parit (groove) pada besi as kruk akibat gesekan seal lama yang sudah keras.
Kebocoran terjadi di ruang tertutup, seringkali baru ketahuan saat servis berkala.
Seringkali seal atas (camshaft) dan bawah (crankshaft) bocor bersamaan.
Oli bertekanan tinggi menembus seal internal sensor dan keluar melalui bodi plastik/konektor.
Bodi sensor retak karena panas mesin atau pengencangan yang terlalu kuat sebelumnya.
Seal tape atau drat sensor sudah tidak mampu menahan tekanan.
Semprot dengan degreaser untuk memastikan sumber bocor memang dari as tengah, bukan dari atas (seal noken as).
Penggantian relatif cepat dibanding seal belakang, namun butuh treker khusus untuk buka puli.
Setiap 40.000 km, minta mekanik mengintip kondisi di balik cover timing belt.
Jika seal bocor, WAJIB ganti timing belt sekalian meskipun kilometernya belum sampai, karena karetnya sudah terkontaminasi.
Bersihkan area sensor. Nyalakan mesin. Jika oli merembes dari sensor, ganti baru.
Jangan mencoba menambal sensor bocor dengan lem (sealer) dari luar, tidak akan kuat menahan tekanan oli.
Suku cadang yang mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah ini:

Elektrikal dan Module

Sistem Mesin Mobil

Elektrikal dan Module

Sistem Mesin Mobil

Elektrikal dan Module

Elektrikal dan Module

Sistem Mesin Mobil

Sistem Mesin Mobil